Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2011

CINTA HAQIQI

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki

Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi

Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

Doa Dari Jiwa Yang Hening

Yaa Rabb, Masihkah ada dongeng sebelum tidur panjangku...yang hendak KAU ceritakan lagi ? tentang kegetiran, kepahitan, derita dan duka tuk mengisi sisa nafasku ini....SKENARIO mu begitu indah dan SEMPURNA hingga tak sempat lagi ku eja PROLOG dan DIALOG ku padamu..."

Senin, 13 Juni 2011

Jika Ajal Menjemput

Sejauh ku melangkah
Setinggi ku mencapai
Sekuat ku mengangkat
Sedalam ku menggali

Sedahsyat ku berangan
Semuluk ku bercita
Sekaya ku berharta
Selantang ku teriak
Semerdu ku senandung
Sehati ku berbagi
Semesra ku bercinta
Segala ku memohon
Semua berhenti jika waktu terhenti

Goresan Hati

Sayang, bisakah kau sedikit mengurangi ribuan tanda cinta itu?

Bisakah kau tak lagi berbaik hati menyeterika bajuku saat aku terburu hendak mendahului mentari.

Bisakah kau tak lagi selalu menautkan resleting baju di punggungku, atau menalikan dua tali menjadi pita di pinggangku.

Oh, sayang, bisakah kau tak lagi mencuci saat malasku menang. Tak lagi membelikan makan saat perutku bersuara seperti genderang.

Bisakah kau tak lagi menanyakan apa yang akan kukenakan pagi ini? Saat kuberitahu, bisakah kau tak membantu mencarikan-nya di tumpukan pakaian kusut kita yang setinggi lemari?

Oh, sayang, kali ini aku serius. Bisakah kau berhenti mengambilkan minum tiapku bangun pagi? Bisakah kau berhenti meng-urut-i kaki, tangan, punggung saat lelah menggunung.
Tolong berhentilah juga mengelusi punggung dan kepala agarku lekas lelap.

Sayang, tidakkah kau mengerti?

Tolong berhenti! Karena aku takut, saat kau berhenti nanti, aku segera saja akan mati

Aku Rindu ENGKAU

Robb.."
Ketiaka Akil Balig
sejak itulah aku mengembara
lalu kuingat Kalam-MU tentang orang luka
yang menggedor langit sepanjang malam... Lihat Selengkapnya
memohon iba
Kini aku benar seperti itu

Robb,"
di tengah pengembaraan kutahu debu-debu
telah merenggut kesunyian
lalu nyanyian dara riang
dan pekik rindu sang kekasih
termakan ombak peradaban

Karena itulah Robb,
tiada lagi gadis tersipu
sekarang ini banyak gadis bicara dengan teriak
bukan ucapan sopan ajaran sekolah
dan entah berapa banyak lelaki mabuk
bercinta dengan bulan di balik semak belukar kehidupan malam

Gara-gara itu malaikat kesal
karena manusia memaksa mengores tinta busuk
di rapor kusam sejak akil balig
karena sungguh cepat mereka kenal dunia
tak tahu paut benar, juga tanda berhenti

Robb, sungguh aku tak habis pikir
kenapa semua itu terjadi
bukankah ada karma, ketika hidup runtuh
bersama terjungkalnya tanah retak
bumi bergetar dan orang khilaf semakin menengadah
ingat kealpaan mendekatkan diri ke neraka
sehingga keturunan manusia
hanya tahu rasa arang dan debu-debuan

Karena itulah Robb,
aku sungguh rindu padamu
rindu akan hidup kemarin
ketika aku dan ENGKAU bermandi cahaya
ketika badak habiskan masa liar
dan harimau jawa mendengkur di balik belukar
dan tidakkah kau dengar ada punai bernyanyi
mengiring tarian pinus seberang gunung

Robb, aku masih rindu ENGKAU
Ketika kabut memerintah aku mengembara di kala fajar
Namun belum lama aku mengembara
Ibu mentari mengajak aku pulang
Bumi pun menangis
Air mata bumi ini menjadi embun
Menetes pelan ke pucuk dedaunan
Namun ibu mentari sungguh bijak
Segera beliau hapus tangis kita dengan cahyanya

ShoutMix chat widget


.